Caranya mudah :
[ 1 ] Ada yang bersedia menjadi “host”, untuk ditumpangi access point.
Dalam hal ini adalah Pak Panji. Access Point diletakkan di atap rumahnya dan hidup terus 24 jam.
[ 2 ] Ada yang bisa setup jaringan & antena.
Dalam hal ini adalah Pak Rufman, beliau turun langsung memberi petunjuk (bukan ala pak Harto ya ) kepada kita, dan turut serta juga membuat banyak kalengbolic / cantenna untuk warga.
[ 3 ] Peralatan yang diperlukan :
(a) Access Point : bisa merk apa saja saya kira. Idealnya standalone / tidak perlu dipasangkan ke komputer untuk bisa berfungsi.
Yang penting adalah setup security nya - disarankan menggunakan WPA.
(b) USB wifi : di setiap kalengbolic ini ada USB wifi didalamnya. Lalu disambungkan ke komputer/laptop warga dengan kabel extension USB. Di rumah saya menggunakan kabel extension USB sepanjang 10 meter (5m x 2)
Saya pribadi bisa merekomendasikan Edimax 7318UG — ini sudah terbukti berjalan dengan baik di Linux, Windows, dan Mac. Ada kawan yang menggunakan Linksys, namun sampai sekarang belum berhasil menemukan drivernya untuk Mac OSX.
(c) Antena : cukup menggunakan kaleng Sejauh ini tidak ada yang perlu sampai membeli antena komersial, yang harganya bisa lebih dari Rp 1 juta. Salut untuk semuanya.
(d) Anti-petir : kemungkinan akan diperlukan untuk lokasi yang rawan petir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar